Posted by: laluauliyaakraboe | January 2, 2010

PENGARUH MONSUN TERHADAP CURAH HUJAN DAN ARUS ANGIN DI INDONESIA

Indonesia adalah negara maritim yang di apit oleh dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Negara ini juga diapit oleh dua lautan yang besar yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Posisi Indonesia juga terletak di antara garis ekuator memiliki iklim tropis dan radiasi matahari paling banyak diserap. Secara umum kondisi musim yang ada di Indonesia dipengaruhi oleh fenomena iklim global antaranya El Nino, La Nina atau Dipole Mode dan fenomena iklim regional seperti sirkulasi Monsun Asia-Australia. Wilayah ekuator pada umumnya merupakan wilayah pusat tekanan rendah atau lebih dikenal dengan wilayah siklon. Wilayah siklon merupakan wilayah tempat berkembangnya awan-awan konvektif yang menjadi sumber pertumbuhan badai dan cuaca buruk lainnya. Wilayah ini lebih dikenal dengan nama Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ). Wilayah ini terletak antara lintang 5o sampai 23o baik utara maupun selatan.
Angin Monsun adalah angin yang berhembus dan berganti arah dua kali atau polanya berlawanan sepanjang tahun. Ada dua macam angin Monsun yang ada di Indonesia yaitu Angin Monsun Asia dan Angin Monsun Australia
Angin Monsun Barat adalah angin yang berhembus atau bertiup pada bulan Oktober – April. Angin Monsun Barat bergerak pada saat matahari berada di belahan bumi bagian selatan yang mengakibatkan daerah Benua Australia mengalami musim panas, sehingga bertekanan rendah, sedangkan suhu di Benua Asia sendiri lebih dingin, dan bertekanan lebih tinggi. Sifat dari angin itu sendir akan bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah, sehingga angin akan bertiup dari benua Asia menuju benua Australia, dan karena menuju ke daerah Selatan garis Khatulistiwa/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kiri. Jika Angin Monsun Barat terjadi maka wilayah Indonesia khususnya akan mengalami musim hujan akibat adanya massa uap air yang dibawa oleh angin ini, saat melalui Samudera Pasifik dan Laut Cina Selatan.
Angin Monsun Timur adalah angin yang berhembus atau bertiup pada bulan April – Oktober. Angin Monsun Timur bertiup saat matahari berada di belahan bumi bagian utara sehingga menyebabkan suhu pada benua Australia lebih dingin dan bertekanan tinggi, sedangkan Benua asia suhunya lebih panas dan tekanannya rendah. Sesuai sifat dari angin maka bertiup dari benua Australia menuju benua Asia, dan karena menuju Utara garis Khatulistiwa/Equator, maka angin akan dibelokkan ke arah kanan. Pada waktu ini, Indonesia akan mengalami musim kemarau akibat angin tersebut melalui gurun pasir di bagian utara Australia yang kering dan hanya melalui lautan sempit
Angin Monsun yang kita ketahui pada musim panas massa sumber udara berasal dari tiga yaitu pertama massa udara Samudera Hindia yang bersifat lembab, hangat, dan mengalami konvergensi setelah mendekati ekuator. Yang kedua bersumber dari tekanan tinggi Benua Australia, massa sumber udara ini memiliki sifat lembab dan tidak stabil. Yang ketiga bersumber dari Samudera Pasifik, massa udaranya bersifat lembab, hangat dan lebih stabil namun ketika melewati samudera massa udaranya menjadi tidak stabil.
Asia pada bagian timur dan bagian selatan mempunyai sirkulasi Monsun yang sangat besar. Sedangkan Asia pada bagian timur dan tenggara mempunyai sirkulasi yang sangat berkembang. Indonesia sendiri terkena efek Monsun dari Asia Timur dan Tenggara karena disebabkan oleh besarnya Benua Asia dan efek dari daratan tinggi Tibet terhadap aliran udara (Prawirowardoyo,1996). Trewartha (1995) dalam pendapatnya mengatakan massa daratan yang sangat luas di benua Asia menjadikan perbedaan yang timbul dari selisih pemanasan dan pendinginan antara daratan dan lautan lebih hebat. Lebih jauh, Asia yang membentang dari timur hingga barat pada kisaran lebar dari garis bujur di hemisfer Utara, sedangkan di hemisfer Selatan terutama adalah samudera di Selatan Ekuator. Akibatnya bagian terbesar dari perbedaan pemanasan yang menyebabakan sirkulasi Monsun, meliputi juga perbedaan utara-selatan, jadi memperkuat pergeseran normal menurut garis lintang dari sistem-sistem angin utama. Adanya deretan pegunungan yang sangat tinggi di Asia yang terentang arah timur hingga barat yaitu arah Timur Laut Kaspia ke China, sirkulasi meridional udara sangat terhambat. Hal ini membuat perbedaan musiman dalam temperatur dan tekanan yang lebih dramatis lagi.
Selama musim dingin massa daratan disebelah utara pegunungan itu menjadi demikian dingin hingga menghasilkan sistem tekanan tinggi yang kuat di atas Asia Timur Laut dan suatu aliran keluar udara dingin yang cukup menonjol dari Asia Timur (Trewartha, 1995). Di lain pihak, pemanasan intensif musim panas atas daratan subtropis yang terletak di sebelah selatannya deretan pegunungan itu, melahirkan suatu kawasan tekanan rendah dan suatu aliran inflow udara hangat yang kuat dan lembab ke Asia Selatan. Pada musim dingin di belahan bumi utara (BBU), yaitu pda bulan Desember, Januari, dan februari angin Monsun bertiup dari Siberia menuju ke benua Australia. Pada periode ini daerah yang membentang dari ujung Sumatera bagian selatan, jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara sampai ke Irian angin Monsun bertiup dari barat ke timur.
Pola aliran udara rata-rata pada ketinggian 2000 kaki di bulan Januari merupakan bulan maksimum dari musim dingin di belahan bumi utara (BBU). Oleh sebab itu daerah ini dinamakan Monsun Barat dan musimnya disebut Musim Monsun Barat, sedangkan di daerah yang mencakup sebagian besar Sumatera lainnya dan Kalimantan Barat angin Monsun datang dari arah Timur Laut. Oleh karena itu, angin Monsun di daerah ini disebut Monsun Timur Laut dan Musimnya disebut Musim Monsun Timur Laut. Pada musim panas di belahan bumi utara (BBU), terjadi sebaliknya angin Monsun berhembus dari benua Australia menuju ke Asia. Oleh karena itu disebut Monsun Timur dan musimnya dinamakan Musim Monsun Timur, sedangkan di daerah yang melingkupi bagian Sumatera lainnya dari Kalimantan Barat angin Monsun bertiup dari arah barat daya ke timur laut sehingga angin Monsun ini disebut Monsun Barat Daya dan musimnya disebut Musim Monsun Barat Daya. Pola aliran udara rata-rata pada ketinggian 2000 kaki pada bulan maksimum musim padan di belahan bumi utara (BBU) yaitu bulan Juli (Prawirowardoyo,1996).
Pada data yang saya dapat, Indonesia pada tahun 2009 akan mengalami hujan yang sangat lebat selama bulan April (lihat gbr 1).

Gbr 1. Intensitas curah hujan global bulanan (6 April 2009 –5 Mei 2009) dalam satuan mm/hari. Sumber: http://trmm.gsfc.nasa.gov/trmm_rain/Events/thirty_day.html
Curah hujan di Indonesia yang relatif tinggi ada di wilayah Kalimantan, Papua, dan Sumatera. Hujan di Indonesia tersbut berkisar antara 5 sampai 20 ml/hari dilihat dari warna hijau, merah, dan kuning pada gambar.
Pola angin Monsun pada bulan Maret 2009 wilayah timur Indonesia dapat mengalami kondisi cuaca normal yaitu hujan cukup di sekitar ekuator wilayah ini (Lihat gbr 2) ditandai dengan fluktuasi indeks sekitar garis normal. Indeks monsun barat laut Pasifik bagian timur masih pada wilayah yang berdekatan dengan kondisi klimatologis sampai pertengahan Maret 2009 sehingga pengaruh monsun Pasifik ini akan seperti pada tahun-tahun sebelumnya, wilayah Indonesia timur diharapkan akan mengalami kondisi normal.
Monsun Australia cenderung lemah dibanding kondisi normal klimatologisnya sehingga pengaruh Australia terhadap wilayah Indonesia bagian selatan akan lemah dan dapat menyebabkan rata-rata hujan yang tidak terlalu besar sampai pertengahan Maret 2009 (Lihat gbr 3). Selama bulan Maret 2009 fluktuasi indeks monsun diatas normal diawal bulan dan cenderung disekitar normal dan dibawahnya diakhir bulan hal ini dapat menjadikan kondisi wilayah Jawa tengah dan timur mengalami cukup hujan diawal bulan dan normal di akhir bulannya. Kesimpulannya ramalan pada bulan Mei, Angin Monsun pada Asia-Australia akan terus menguat.

Gbr 2. Indeks monsun di wilayah Pasifik barat laut dan Asia timur menunjukkan fluktuasi sekitar kondisi normal sampai pertengahan Maret 2009.
Sumber: http://www.cpc.ncep.noaa.gov/

Gbr 3. Indeks monsun Australia menunjukkan intensitas dibawah normal sampai pertengahan maret 2009.
Sumber: http://www.cpc.ncep.noaa.gov/

Sumber Bacaan
1. Erwin Mulyana. Analisis Angin Zonal di Indonesia Selama Periode ENSO. BPP Teknologi. Jakarta http://en.wikipedia.org/wiki/El_Ni%C3%B1o
2. Azteria, V.2009. Pemanfaatan Data EAR (Equatorial Atmosphere Radar) dalam Mengkaji Terjadinya Monsun di Kawasan Barat Indonesia. Bogor: Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.
3. Trewartha, T and Horn, L.1995. Pengantar Iklim. Gadjah Mada University Press.
4. Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang
5. http://bdg.lapan.go.id/

About these ads

Responses

  1. bisakah kita mencegah hal ini???
    berikan alasan!

    • untuk saat ini ga bisa cegah tapi bsa dprediksi hal tersbut..

  2. jgn lupa comment yg aq jg ok?

  3. dr pertanyaan rina??
    brrt monsun ini *negatif yaa??
    sisi negtaifnya dmn ya??
    agk krg ngerti,, hhe,,
    mksii,,

    • sory put,,tulisannya emg banyak kurangny..kurang bnyk fakta yg dcntmin…
      dr infrmasi yg di dpt monsun bnyk mengakibatkn hal-hal yang negatif di antaranya bsa memicu gelombang tinggi (Koran Indonesia tgl 29 Nov 2007), memicu hujan lebat (koran kompas), banyak lagi put dampak negatifnya..

  4. monanyapren . .

    monsun dan muson apa sama artinya ? ?

    Kita tau kan kalo wilayah sebagian Indonesia Timur yang terkenal dengan sabana dan stepa nay (NTB, NTT dl) itu sangat kurang mendapat hujan. . Apa ini salah satu pengaruh monsun ? ?

    • monsun dan muson itu saudara kembar,,,hehehe
      iy lur,,kondisi iklim yang kering atau kurangnya hujan dsbbkan pengaruh letak geografis NTB da NTT yang dekat dengan benua Australia, dlm setahun pengaruh monsun Australia yg bersifat kering relatif lebih dominan didapat dibandingkan pengaruh monsun Asia yang bersifat basah. kurangnya hujan atau kekeringan di NTB atau NTT biasanya berasosiasi dengan kejadian el nino di pasifik ekuator..

  5. laluuu makasii atas informasinyaaa …

    komenkomeennn blog sandra yaa laluuu . thx

  6. comment aq jg donk lalu!!!
    scpatnya aq tunggu!!!
    ok…ok…

  7. laluu abis replay komen ini langsung komen ke blog nais yaaah hehehe

    lalu, kan sekarang lagi trend pemanasan global niiih..naah pemanasan global itu sendiri kan mempengaruhi iklim di dunia.. apakah pemanasan global juga mempengaruhi angin monsun??

    maksih yaah laluu

    • makasi udh mampir nais,,
      pertanyaannya apakah pemanasan global mempengaruhi angin monsun?
      iy, pemanasan global mempengaruhi suhu di permukaan laut meningkat yang akan berdampak negatif pada fenomena monsun..
      contohnya suhu di Asia makin panas dan bertemu dgn suhu Australia yg cndrung dingin bisa mengakibatkan terbntknya badai..

  8. puntenn abdi bade nanya.
    apa sih pengaruh monsun dikehidupan kita nyata?
    itu aj makasihh yahh..

    comen link yg aku yah tapi pengen yg gampang..
    hehhee

    • makasi lur udh nanya,,
      banyak fan pengaruh monsun di kehidupan kita,,udh di paparin jg di atas kejadian-kejadian yg diakibatkan oleh monsun itu sendiri..antara lain memicu gelombang tinggi, hujan lebat di beberapa daerah yg terkena dampak monsun, dan yg pernah saya baca untuk daerah bandung sejak pertengahan September 2009 pola cuaca harian di Bandung menunjukkan pemanasan maksimum terjadi hingga siang sktr pkl 12.00, tiba2 cuaca berubah drastis mendung tebal dan hujan cukup deras turun hingga sore hari.

  9. saudara lalu..
    saya mau bertanya apakah siklus angin monsun bisa berubah drastis dari siklus biasanya yang telah disebutkan diatas, mungkin seperto musim hujan yang bisa datang lebih cepat dan lebih lambat, apakah bisa seperti itu?

  10. Lalu ada yang mau saya tanyakan perihal musim yang terjadi pada bulan Desember..

    jika kita melihat musim Indonesia di bulan Desember, terjadi musim hujan didaerah Indonesia(suhu rendah dan tekanan rendah) dan jika kita telusuri lagi, bagian benua eropa, australia dll, terjadi musim dingin(suhu rendah dan tekanan rendah). Yang menjadi pertanyaan pertama adalah mengapa pada saat bulan Desember, Bumi pada umumnya bersuhu rendah? seperti yang dikatakan oleh lalu pada blog ini bahwa angin bergerak dari suhu tinggi ke rendah. Apakah ada hubungannya dengan angin muson ini?

    • maaf saudara benny pertanyaan anda yg ini blum bisa sy jwb..karena keterbatasan pengetahuan..tapi saya akan mencoba mencari jawaban dari pertanyaan anda itu..

  11. lalu ada pertanyaan lagi nih yang masih menjanggal..

    Daerah pontianak adalah daerah yang dilintasi garis khatulistiwa. Nah yang menjadi pertanyaan adalah mengapa daerah pontianak tidak sekering daerah yang dilintasi khatulistiwa seperti Zaire, Kenya, dll? Jelaskan hubungannya dengan angin muson ini.

    trims lalu..

    • iy, daerah Pontianak terkena dampak dari angin Monsun mengakibatkan curah hujan tinggi di daerah ini oleh sebab itu Pontianak tidak sekering Negara Zaire, Kenya,dll..Pontianak merupakan wilayah di Indonesia yang mempunyai pola curah hujan equatorial, dengan dua puncak pada bulan April dan November..Secara umum aj Indonesia itu terkena dampak Monsun Asia dan Australia..berbeda dengan negara di Afrika yg dilalui garis ekuator yg sedikit mendapat hujan..

  12. dari tulisan yg pernah sy baca angin monsun itu bertiup secara berkala atau periodik..blum pernah baca atau denger tu angin monsun bisa datang lebih awal atau terlambat..
    akibat dari Monsun, ENSO, dan Dipole Mode yg menyebabkan hujan datang pada musim kemarau..
    jawaban buat satrio

  13. lalu,,, mw nanya ah…

    “Angin Monsun Barat adalah angin yang berhembus atau bertiup pada bulan Oktober – April”.

    setelah terjadi perubahan iklim, apakah angin monsun barat ini terjadi perubahan siklus? misalnya yang awalnya oktober berubah menjadi desember? atau bagaimana?

    thx luu…

    • regi mgkin pertanyaanya sama kaya mas satrio,,
      angin monsun hanya menyebabkan perubahan terhadap iklim..saya blum pernah mendapatkan bacaan yg mengatakan terjadi perubahan siklus angin monsun setelah terjadi perubahan iklim.. mungkin maaf jika pertanyaanya tidak bisa dijawab dengan sempurna karena keterbatasan pengetahuan…tapi bisa menjadi pelajaran agar bisa menjadi lebih baik lagi..

  14. Tulisannya sudah cukup baik, semoga bisa terus berkarya menghasilkan tulisan-tulisan yang luar biasa.
    Terinspirasi dari tulisan anda “Indonesia sangat dipengaruhi oleh dua jenis angin muson, yaitu angin muson barat dan angin muson timur”. Bagaimana sistem angin muson yang bertiup diwilayah Indonesia mempengaruhi karakteristik massa air perairan Indonesia?

    • terima kasih atas kritik, saran, dan pertanyaanya bu…
      dari sumber yang pernah saya baca karaktersitik massa air perairan Indonesia pada umumnya itu dipengaruhi oleh sistem angin muson yang bertiup di wilayah Indonesia dan adanya arlindo yang membawa massa air Lautan Pasifik Utara dan Selatan menuju Lautan Hindia. Hal tersebut menyebabkan suhu permukaan perairan Indonesia lebih dingin dengan salinitas yang lebih tinggi sebagai pengaruh terjadinya upwelling di beberapa daerah selama musim timur dan juga akibat dari masuknya massa air Lautan Pasifik, sedangkan pada musim barat, suhu permukaan perairan lebih hangat dengan salinitas yang lebih rendah. Rendahnya salinitas akibat pengaruh massa air dari Indonesia bagian barat yang banyak bermuara sungai-sungai besar.

      Selama musim timur itu ada beberapa bagian dari perairan Indonesia mengalami percmpuran massa air dan upwelling yang mengakibatkan terjadinya pengkayaan nutrien pada lapisan permukaan tercampur dan mengakibatkan tingginya produktivitas primer perairan bila dibandingkan dengan musim barat.

      Faktor-faktor oseanografi yang sangat berperan dalam mendukung tingginya produktivitas perairan Indonesia antara lain itu akibat adanya sistem pola angin muson yang bertiup di wilayah Indonesia, upwelling, percampuran massa air secara vertikal dan horisontal.

  15. baguuuuuuuuuuuuus


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: