Posted by: laluauliyaakraboe | April 14, 2010

DAFTAR ISTILAH (Ekologi Laut Tropik)

Adaptasi : Penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya yang berubah.

Aliran energy : rangkaian urutan pemindahan bentuk energi satu ke bentuk energi

Atmosphere  input : Masuknya nutrient dari atmosphere melalui proses hujan yang membawa berbagai nutrient dari penguapan yang terjadi.

Biological Nitrogen Fixation : fiksasi biologis nitrogen (BNF) terjadi ketika atmosfer nitrogen diubah menjadi amonia oleh enzim yang disebut nitrogenase

Daerah ecotourism : Daerah tempat wisata lingkungan alam (cagar alam).

Decomposer (pengurai) : organisme heterotrof yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati (bahan organik kompleks). Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen

Denitrifikasi : Suatu  nitrat direduksi sehingga terbentuk nitrit dan akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan.

Ekologi : Ilmu yangmempelajari tentang interaksi antara komponen biotic (makhluk hidup) dengan komponen abiotik (lingkungan)

Ekologi bahari : Dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari ekologi yang ada atau terjadi di lautan.

Ekologi laut tropis : Merupakan interaksi antara satu ekosistem dengan ekosistem yang lain, dan memungkinkan pula terjadi interaksi yang saling mempengaruhi dari beberapa ekosistem serta interaksi antara ekosistem dengan lingkungan yang berada pada daerah tropis.

Ekosistem : Merupakan interaksi antara komunitas dengan lingkungan yang merupakan kesatuan ekologi. Contohnya adalah ekosistem mangrove

ekosistem mangrove : Yaitu hutan yang terutama tumbuh pada tanah lumpur aluvial di daerah pantai dan muara sungai yang dipengaruhi pasang surut air laut

eksositem lamun : Tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang mampu beradaptasi secara penuh di perairan yang salinitasnya cukup tinggi atau hidup terbenam di dalam air dan memiliki rhizoma, daun, dan akar sejati.

ekosistem terumbu karang : Ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO3) khususnya jenis – jenis karang batu dan alga berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya seperti jenis­ – jenis moluska, krustasea, ekhinodermata, polikhaeta, porifera, dan tunikata serta biota-biota lain yang hidup bebas di perairan sekitarnya, termasuk jenis-jenis plankton dan jenis-jenis nekton.

Energy : ukuran dari kesanggupan benda tersebut untuk melakukan suatu usaha. Satuan energi adalah joule

Evolusi : Perubahan sifat jenis secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama

feeding ground : Daerah untuk mencari makan bagi suatu organisme

fishing ground : Daerah tempat dimana tempat tersebut terdapat banyak ikan, tempat memancing atau mencari ikan.

Fotosintesis : Suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya.

Habitat : Tempat dimana makhluk hidup tinggal.

Laut tropis : lautan yang mendapatkan penyinaran matahari secara terus-menerus sepanjang tahun dan seperti daerah tropis hanya memiliki dua musim ,yaitu musim kemarau dan musim hujan.

Line Intercept Transect (LIT) : metode yang di gunakan untuk mengukur ekosistem terumbu karang yang cakupan wilayahnya kecil atau sempit seperti daerah Perlindungan Laut (DPL) berbasis masyarakat.

Materi : sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang.

Nitrifikasi : Suatu proses penyusunan senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah.

nursery ground : Daerah asuhan bagi organisme yang masih kecil atau muda sebelum menjadi dewasa.

Organisme : Suatu makhluk hidup yang hidup di alam bumi.

Petak contoh (Transect plot): adalah metode pencuplikan contoh populasi suatu komunitas dengan pendekatan petak contoh yang berada pada garis yang ditarik melewati wilayah ekosistem tersebut

Respirasi : Suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh.

Relung/ Niche : Peranan organism dalam suatu habitatnya.

Suksesi : Perkembangan ekosistem menuju kedewasaan dan keseimbangan dikenal sebagai suksesi ekologis atau suksesi.atau Rangkaian perubahan mulai dari ekosistem tanaman perintis sampai mencapai ekosistem klimaks

Sedimentasi : Pengendapan  atau suatu tubuh material padat yang terakumulasi di permukaan bumi atau di dekat permukaan bumi, pada kondisi tekanan dan temperatur yang rendah.

Salinitas : tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air

Siklus : Siklus dari sebuah peristiwa yang berulang atau proses di berbagai bidang (biologi, matematika, fisika, ekonomi, dll) adalah satu kejadian lengkap tentang peristiwa yang berulang

Siklus biogeokimia : Merupakan pengertian dari siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik menjadi komponen biotik dan kembali lagi ke dalam komponen abiotik yang berlangsung secara terus menerus.

spawning ground : Daerah pemijahan bagi organisme air untuk melakukan sebagian dari siklus reproduksinya.

Sungai : suatu badan air yang mengalir ke satu arah

Terumbu karang : bangunan ribuan karang yang menjadi tempat hidup berbagai ikan dan makhluk laut lainnya

Vegetasi : sebutan umum bagi organisme  tumbuh-tumbuhan. Contoh vegetasi adalah aneka jenis hutan, kebun, padang rumput, tundra dan lain-lain

Weathering : Proses pelapukan.

Wilayah pesisir : Merupakan daerah pertemuan antara darat dan laut; ke arah darat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air, yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut seperti pasang surut, angin laut, dan perembesan air asin; sedangkan ke arah laut meliputi bagian laut yang masih dipengaruhi oleh proses-proses alami yang terjadi di darat seperti sedimentasi dan aliran air tawar, maupun yang disebabkan oleh kegiatan manusia di darat seperti penggundulan hutan dan pencemaran (Soegiarto, 1976; Dahuri et al, 2001)

Wilayah pesisir : Merupakan daerah pertemuan antara darat dan laut; ke arah darat meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air, yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut seperti pasang surut, angin laut, dan perembesan air asin; sedangkan ke arah laut meliputi bagian laut yang masih dipengaruhi oleh proses-proses alami yang terjadi di darat.

disusun oleh

Lalu Auliya Akraboe   230210080025

Dwiko Handiko Bowo  230210080058

Posted by: laluauliyaakraboe | March 31, 2010

Ekosistem Terumbu Karang Pantai Pangandaran Jawa Barat

Kawasan Pantai Pangandaran merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Ciamis dan Provinsi Jawa Barat. Bahkan, kawasan yang berada di Pantai Selatan Jawa ini masuk dalam agenda kunjungan wisata Indonesia tahun 2008. Karena itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Budaya setempat, terus membenahi dan melengkapi berbagai fasilitas penunjang kawasan wisata Pantai Pangandaran. Keistimewaan Pengunjung dapat menikmati panorama alam Pantai Pangandaran yang indah dan hamparan landai pasir putih pantainya yang memesona. Pantai Pangandaran terletak di Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Selain keindahan pantainya, pangandaran juga mempunyai potensi wisata lain yang salah satunya yaitu keindahan terumbu karangnya. Sebelum tahun 1970-an, tutupan terumbu karang di Pantai Pangandaran seluas 1500 m x 50 m. Karena berbagai penyebab, keberadaan terumbu karang yang tersisa hanya 100 m x 50 m (Pasirputih) dan 150 m x 50 m di Pantai Timur Pangandaran.

Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Hewan karang bentuknya aneh, menyerupai batu dan mempunyai warna dan bentuk beraneka rupa. Hewan ini disebut polip, merupakan hewan pembentuk utama terumbu karang yang menghasilkan zat kapur. Polip-polip ini selama ribuan tahun membentuk terumbu karang. Zooxanthellae adalah suatu jenis algae yang bersimbiosis dalam jaringan karang.  Zooxanthellae ini melakukan fotosintesis menghasilkan oksigen yang berguna untuk kehidupan hewan karang.

Gambar. Jejaring makanan di ekosistem terumbu karang.

Beberapa jenis terumbu karang yang hidup di wilayah pantai pangandaran  antara lain : Acropora, Fungis sp, Favia sp, Oxypora, Chaetodon sp, Apolemichthys sp, Dasyllus sp, dll.

Oxypora sp.                                          Fungia sp.                             Acropora sp.

Banyak peran dan manfaat dari terumbu karang ini di antaranya yaitu sebagai tempat hdiupnya ikan-ikan yang banyak dibutuhkan manusia untuk pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning, dll ; sebagai benteng ” pelindung pantai dari kerusakan yang disebabkan oleh gelombang atau ombak laut, sehingga manusia dapat hidup di daerah dekat pantai ; sebagai tempat untuk wisata. Karena keindahan warna dan bentuknya, banyak orang berwisata bahari.

Berdasarkan temuan Local Working Group (LWG) atau dikenal sebagai kelompok kerja lokal kepariwisataan Pangandaran, terumbu karang di area Pantai Barat (Pasirputih) dan Pantai Timur (Cirengganis) Pangandaran, Ciamis, saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Keberadaan biota laut tersebut, kini, tinggal 14, 85 persen. Terumbu karang di Pantai Barat (Pasirputih) yang masih ada sekarang, antara lain karang hidup (live coral) 11, 48 persen, karang mati (dead coral) 20, 87 persen, dan patahan karang (rubble coral) 50,95 persen. Sementara itu, terumbu karang di Pantai Timur, yaitu karang hidup 18,21 persen, karang mati 13,13 persen, dan patahan karang 61,70 persen.

Rusaknya biota laut di dua areal itu telah menyebabkan pasir pantai terkikis. Yang lebih parah lagi, kerusakan tersebut telah menyebabkan nelayan terus-terusan mengalami paceklik. Adapun penyebab kerusakan terumbu karang tersebut, terutama karena ulah manusia. Di antaranya, aktivitas rekreasi pantai, pembuangan sampah ke laut, penangkapan ikan yang berlebih, penyelaman yang merusak, dan penambatan kapal dengan sistem jangkar.

Daftar referensi

Bengen, D.G. 2001. Slide Mata Analisis Ekosistem Pesisir dan Laut. Program     studi SPL, Institut Pertanian Bogor. Bogor.69

Dahuri, R., J. Rais, S.P. Ginting, dan M.J. Sitepu. 2001. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: PT. Pradnya Pratama.

Nybakken,J. W. 1992. Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis. Terj. Dari Marine Biology: An Ecological Approach, oleh Eidman, M., Koesoebiono, D.G. Bengen, M. Hutomo, & S.Sukardjo. 1992. dari. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta: xv+459 hlm.

http//: PasirPantai.com.pantaipangandaran.htm

disusun oleh:

  1. Lalu Auliya Akraboe L            230210080025
  2. Dwiko Handiko Bowo             230210080058

Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Marine Ecology

Posted by: laluauliyaakraboe | January 2, 2010

PENGARUH MONSUN TERHADAP CURAH HUJAN DAN ARUS ANGIN DI INDONESIA

Indonesia adalah negara maritim yang di apit oleh dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Negara ini juga diapit oleh dua lautan yang besar yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Posisi Indonesia juga terletak di antara garis ekuator memiliki iklim tropis dan radiasi matahari paling banyak diserap. Secara umum kondisi musim yang ada di Indonesia dipengaruhi oleh fenomena iklim global antaranya El Nino, La Nina atau Dipole Mode dan fenomena iklim regional seperti sirkulasi Monsun Asia-Australia. Wilayah ekuator pada umumnya merupakan wilayah pusat tekanan rendah atau lebih dikenal dengan wilayah siklon. Wilayah siklon merupakan wilayah tempat berkembangnya awan-awan konvektif yang menjadi sumber pertumbuhan badai dan cuaca buruk lainnya. Wilayah ini lebih dikenal dengan nama Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ). Wilayah ini terletak antara lintang 5o sampai 23o baik utara maupun selatan. Lanjutkan

Categories